
STAI YAPIS Takalar, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) YAPIS Takalar kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari tindak kekerasan. Pada tanggal 13 Juni 2025, kampus menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan, perundungan (bullying), pelecehan seksual, diskriminasi, dan intoleransi yang diikuti oleh seluruh mahasiswa STAI YAPIS Takalar.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ibu St. Nurbaya Kadir, S.Pd., M.Pd., C.Ht, selaku konselor kampus. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran bersama untuk mencegah segala bentuk kekerasan dan diskriminasi di lingkungan perguruan tinggi. Ia juga memberikan penjelasan mengenai berbagai bentuk kekerasan dan pelecehan yang perlu diwaspadai, serta mekanisme pelaporan bagi mahasiswa yang mengalami atau menyaksikan tindakan tersebut.
“Mahasiswa harus berani melapor dan tidak membiarkan tindakan kekerasan, perundungan, dan pelecehan terjadi di sekitar kita. Kampus adalah ruang aman untuk tumbuh, belajar, dan berkembang. Oleh karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk menciptakan budaya saling menghormati dan melindungi,” ujarnya.
Ketua STAI YAPIS Takalar dalam sambutannya mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini dan menegaskan bahwa kampus terus mendukung program pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan, sejalan dengan kebijakan pemerintah dan nilai–nilai keislaman yang dijunjung tinggi lembaga.

Acara berlangsung interaktif, dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang melibatkan mahasiswa. Peserta memperoleh pengetahuan mendalam mengenai etika pergaulan akademik, pentingnya empati, kesetaraan, dan keberanian dalam menolak segala bentuk kekerasan.
Melalui kegiatan ini, STAI YAPIS Takalar berharap terciptanya budaya akademik yang aman, inklusif, dan humanis, serta mendorong seluruh civitas akademika untuk menjunjung tinggi nilai moral, etika, dan kesadaran sosial dalam kehidupan kampus.
